MADIUN – Masyarakat Kota Madiun wajib terus waspada terhadap Covid-19. Pasalnya kasus konfirmasi kembali bertambah di Kota Pendekar Setidaknya, 30 kasus konfirmasi baru terjadi Selasa (19/1). Tambahan 30 konfirmasi ini menjadikan total kasus menjadi 687 kasus sampai saat ini. Sementara itu, hanya terdapat sembilan kasus sembuh bersamaan dengan penambahan konfirmasi tersebut.

Kasus Kofirmasi

Kasus nomor 658 berinisial MC berjenis kelamin perempuan berusia 71 tahun warga Kelurahan Kartoharjo. MC menjalani isolasi di rumah sakit saat ini. MC berstatus suspek sebelumnya karena MC bekerja sebagai pedagang yang memungkinkan bertemu banyak orang.

Kasus nomor 659 berinisial HS berjenis kelamin laki-laki berusia 55 tahun warga Kelurahan Klegen. HS menjalani isolasi di rumah sakit saat ini. HS berstatus suspek sebelumnya dan memiliki riwayat kedatangan tamu dari Mojokerto.

Kasus nomor 660 berinisial HD berjenis kelamin laki-laki berusia 52 tahun warga Kelurahan Kanigoro. HD menjalani isolasi mandiri saat ini. HD berstatus suspek sebelumnya setelah skrinning rapid.

Kasus nomor 661 berinisial SD berjenis kelamin laki-laki berusia 51 tahun warga Kelurahan Kanigoro. SD menjalani isolasi di rumah sakit saat ini. SD berstatus suspek sebelumnya memiliki riwayat kluster tempat kerja.

Kasus nomor 662 berinisial RS berjenis kelamin perempuan berusia 34 tahun warga Kelurahan Oro-Oro Ombo. RS menjalani isolasi mandiri saat ini. RS berstatus suspek sebelumnya setelah skrinning rapid.

Kasus nomor 663 berinisial RA berjenis kelamin laki-laki berusia 15 tahun warga Kelurahan Kartoharjo. RA menjalani isolasi mandiri saat ini. RA merupakan kontak kasus konfirmasi. Kasus RA berawal dari skrinning rapid.

Kasus nomor 664 berinisial NB berjenis kelamin laki-laki berusia 66 tahun warga Kelurahan Banjarejo. NB menjalani isolasi di rumah sakit saat ini. NB berstatus suspek sebelumnya.

Kasus nomor 665 berinisial PS berjenis kelamin perempuan berusia 26 tahun warga Kelurahan Manguharjo. PS menjalani isolasi mandiri saat ini. Kasus PS berawal dari skrinning rapid.

Kasus nomor 666-668
Kasus nomor 666 berinisial AG berjenis kelamin laki-laki berusia 35 tahun. Kasus nomor 667 berinisial AN berjenis kelamin perempuan berusia 35 tahun. Kasus nomor 668 berinisial CR berjenis kelamin laki-laki berusia 9 tahun. Ketiganya warga Kelurahan Pandean. AG merupakan tenaga kesehatan dan kontak erat kasus konfirmasi nomor 518. Sedang, AN dan CR merupakan kontak erat AG. Ketiganya menjalani isolasi mandiri saat ini.

Kasus nomor 669 berinisial LG berjenis kelamin laki-laki berusia 58 tahun warga Kelurahan Taman. LG menjalani isolasi di rumah sakit saat ini. LG berstatus suspek sebelumnya.

Kasus nomor 670 berinisial SR berjenis kelamin perempuan berusia 63 tahun warga Kelurahan Pandean. SR menjalani karantina di fasilitas khusus Asrama Haji saat ini. SR berstatus suspek sebelumnya.

Kasus nomor 671 berinisial MK berjenis kelamin perempuan berusia 41 tahun warga Kelurahan Taman. MK menjalani isolasi mandiri saat ini. MK berstatus suspek sebelumnya dan merupakan kontak kasus konfirmasi kluster tempat kerja.

Kasus nomor 672 berinisial WH berjenis kelamin laki-laki berusia 60 tahun warga Kelurahan Taman. WH menjalani isolasi mandiri saat ini. WH berstatus suspek sebelumnya dan memikiki riwayat pernah kontak dengan kasus konfirmasi.

Kasus nomor 673 berinisial AH berjenis kelamin laki-laki berusia 58 tahun warga Kelurahan Manisrejo. AH menjalani isolasi di rumah sakit saat ini. AH berstatus suspek sebelumnya dan kontak pasien swab dengan hasil konfirmasi.

Kasus nomor 674 berinisial IE berjenis kelamin perempuan berusia 55 tahun warga Kelurahan Mojorejo. IE menjalani isolasi mandiri saat ini. IE merupakan kontak erat kasus konfirm kluster tempat kerja.

Kasus nomor 675 berinisial HS berjenis kelamin laki-laki berusia 60 tahun warga Kelurahan Mojorejo. HS menjalani karantina di fasilitas kesehatan asrama haji saat ini. HS melakukan rapid antigen dengan hasil reaktif sebelumnya.

Kasus nomor 676 berinisial TM berjenis kelamin laki-laki berusia 44 tahun warga Kelurahan Manisrejo. TM menjalani isolasi mandiri saat ini. kasus TM berawal dari skrining dengan hasil reaktif.

Kasus nomor 677- 680
Kasus nomor 677 berinisial LI berjenis kelamin laki-laki berusia 35 tahun. Kasus nomor 678 berinisial MH berjenis kelamin laki-laki berusia 2 tahun. Kasus nomor 679 berinisial FP berjenis kelamin perempuan berusia 10 tahun. Kasus nomor 680 berinisial SN berjenis kelamin perempuan berusia 63 tahun. LI, MH, dan SN merupakan warga Kelurahan Manisrejo. Sedang, FP merupakan warga Kelurahan Mojorejo. LI berstatus suspek sebelumnya setelah melakukan rapid antigen dengan hasil reaktif. MH, FP, SN merupakan kontak erat LI. Keempatnya menjalani isolasi mandiri saat ini.

Kasus nomor 681 berinisial SM berjenis kelamin perempuan berusia 44 tahun warga Kelurahan Manisrejo. SM menjalani isolasi mandiri saat ini. SM berstatus suspek sebelumnya setelah melakukan rapid antigen dengan hasil reaktif.

Kasus nomor 682 berinisial DI berjenis kelamin laki-laki berusia 44 tahun warga Kelurahan Kanigoro. DI menjalani isolasi mandiri saat ini. DI merupakan kontak erat seseorang bernama Median dengan hasil rapid reaktif.

Kasus nomor 683 berinisial YI berjenis kelamin laki-laki berusia 28 tahun warga Kelurahan Kanigoro. YI menjalani isolasi mandiri saat ini. YI memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.

Kasus nomor 684 berinisial FK berjenis kelamin perempuan berusia 75 tahun warga Kelurahan Nambangan Lor. FK menjalani isolasi mandiri saat ini. FK merupakan kontak erat kasus konfirmasi.

Kasus nomor 685 berinisial UM berjenis kelamin perempuan berusia 28 tahun warga Kelurahan Nambangan Lor. UM menjalani isolasi mandiri saat ini. UM merupakan kontak erat kasus konfirmasi.

Kasus nomor 686 berinisial MC berjenis kelamin laki-laki berusia 51 tahun warga Kelurahan Nambangan Lor. MC menjalani isolasi mandiri saat ini. Kasus MC berawal dari kluster tempat kerja dan rapid antigen dengan hasil reaktif.

Kasus nomor 687 berinisial SJ berjenis kelamin perempuan berusia 58 tahun warga Kelurahan Nambangan Lor. SJ sempat menjalani isolasi di rumah sakit saat ini namun akhirnya meninggal. SJ berstatus suspek sebelumnya setelah rapid tes antigen dengan hasil reaktif.

Kasus Sembuh

Kasus sembuh nomor 473 berinisial DA (35) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Ngegong. DA terkonfirmasi pada 7 Januari lalu. DA merupakan tenaga medis di salah satu rumah sakit di Kabupaten Madiun. Rekan kerja DA diketahui terkonfirmasi positif sebelumnya.

Kasus sembuh nomor 521 berinisial HS (41) berjenis kelamin laki-laki warga Kelurahan Mojorejo. HS terkonfirmasi pada 10 Januari lalu. HS mengikuti rapid tes massal di tempat bekerja dengan hasil reaktif. Di tempat HS bekerja diketahui juga terdapat beberapa kasus konfirmasi.

Kasus sembuh nomor 523, 524, 525, dan 527
Kasus sembuh nomor 523 berinisial NS (35) berjenis kelamin perempuan. Kasus sembuh nomor 524 berinisial FK (28) berjenis kelamin perempuan. Kasus sembuh nomor 525 berinisial RZ (2) berjenis kelamin laki-laki. Kasus nomor 527 berinisial SD (28) berjenis kelamin perempuan. Keempatnya merupakan Kelurahan Manisrejo yang terkonfirmasi pada 11 Januari lalu. Mereka merupakan kontak kasus nomor 522.

Kasus sembuh nomor 543 berinsial PW (62) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Nambangan Kidul. PW terkonfirmasi pada 12 Januari lalu. PW mengeluh badan lemas sebelumnya. PW lantas memeriksakan diri ke rumah sakit.

Kasus sembuh nomor 600 dan 601
Kasus sembuh nomor 600 berinisial ED berjenis kelamin perempuan berusia 31 tahun. Kasus nomor 601 berinisial AB berjenis kelamin laki-laki berusia 31 tahun. Keduanya warga Kelurahan Rejomulyo yang terkonfirmasi pada 16 Januari lalu. ED berstatus suspek sebelumnya. Sedang AB merupakan kontak erat kasus nomor 600.

Kasus konfirmasi menjadi 687 orang dengan 462 di antaranya telah sembuh. 59 lainnya masih dalam perawatan, 114 orang isolasi mandiri, dan 52 orang meninggal dunia. Tambahan satu meninggal dari kasus nomor 687 seperti penjelasan di atas.